Pelatihan Kurikulum 2013

 

Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat  Jenderal  Pendidikan  Islam  Kementerian  Agama  RI tetap komitmen melaksanakan kurikulum 2013 yakni pada awal Juli tahun ajaran baru 2014 mendatang.  Rencananya Kementerian Agama siap mengimplementasikan kurikulum 2013  di  42.000 madrasah di seluruh Indonesia, pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah di kelas I dan IV, tingkat Madrasah Tsanawiyah kelas VII dan tingkat Madrasah Aliyah di kelas X.

Dikatakan Nur Syam, untuk mematangkan dan mempersiapkan pelaksanaan kurikulum 2013, Direktorat Pendidikan Madrasah melaksanakan pelatihan kepada Kepala Madrasah, Pengawas dan Pendidik di seluruh Indonesia, training of trainers tingkat nasional Madrasah Ibtidaiyah berjumlah sekitar 333 orang, training of trainers tingkat nasional Madrasah Tsanawiyah berjumlah 254 orang dan training of trainers tingkat nasional Madrasah Aliyah berjumlah 760 orang.

Beliau menambahkan bimbingan teknis guru inti Madrasah Ibtidaiyah berjumlah  5.000 orang, bimtek guru inti Madrasah Tsanawiyah berjumlah 2.500 orang dan tingkat Madrasah Aliyah 2.500 orang. Terdapat 66.760 guru bimtek yang akan dilatih diantaranya 33.333 guru Madrasah Ibtidaiyah, 16.754 guru Madrasah Tsanawiyah dan 16.673 guru Madrasah Aliyah, selain itu terdapat 3.805 Kepala Madrasah Ibtidaiyah, 3.742 Kepala Madrasah Tsanawiyah dan 3.713 Kepala Madrasah Aliyah. Sedangkan Pengawas Madrasah berjumlah 265 untuk Madrasah Ibtidaiyah, 207 Pengawas Madrasah Tsanawiyah dan 228 Pengawas Madrasah Aliyah . “Perekrutan training of trainers tingkat nasional sudah dilakukan di provinsi, akan serentak dilatih di diklat di balai pendidikan dan pelatihan provinsi, dimana para guru training of trainers tingkat nasional dan bimtek guru inti akan mengajarkan ilmunya kepada lima puluh ribu lebih guru yang akan menerapkan Kurikulum 2013. Pelatihan pengajar nasional akan dilakukan pada Oktober, mereka adalah tim pengajar yang akan menyiapkan kurikulum ini diterapkan.”

Terkait Sistem kurikulum yang akan diterapkan, Nur Syam menjelaskan bahwa model kurikulum yang akan diterapkan adalah sistem kurikulum terintegrasi yang muatannya termasuk kurikulum kewarganegaraan, sejarah, kebudayaan dan semua disiplin ilmu.  Akan tetapi bedanya yaitu dalam setiap disiplin ilmu akan disisipi pendidikan akhlak dan budi pekerti.  “Tentu tujuan utamanya adalah memberikan pengetahuan kepada siswa, termasuk keilmuan tentang larangan korupsi yang pedomannya dapat dilihat pada website www.madrasah.kemenag.go.id .

Selain itu, lanjut Nur Syam, pendidikan kurikulum terintegrasi juga memberikan punishment terhadap orang-orang yang melakukan tindak pidana korupsi. “Jadi siswa tidak hanya memiliki pengetahuan tentang pelanggaran akibat melakukan korupsi.” Ungkapnya.

 

Sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *