Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

 Oleh : Indria Sukmawati*)


Perlukah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi seorang guru”? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus mengacu pada dasar hukum yang melandasi tugas, pokok dan fungsi seorang guru. Dalam UU No. 20 tahun 2003 guru disebut sebagai pendidik. Dalam UU tersebut dikatakan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lainnya yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. (UU Sisdiknas no 20 tahun 2003; 5). Selanjutnya dalam BAB XI, pasal 39 disebutkan bahwa “ Pendidikan merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

 

Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.

 

PENGERTIAN

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berkembang dari istilah penelitian tindakan (action research) (Sanjaya, hal. 24). Oleh karena itu, untuk memahami pengertian PTK perlu ditelusuri pengertian penelitian tindakan terlebih dahulu. Penelitian tindakan mulai berkembang di Amerika dan berbagai negara di Eropa, khususnya dikembangkan oleh mereka yang bergerak di bidang ilmu sosial dan humaniora (Basrowi & Suwandi, hal. 24-25). Orang-orang yang bergerak di bidang itu dituntut untuk terjun mempraktikkan suatu tindakan atau perlakuan di lapangan. Mereka berarti langsung mempraktikkan tindakan yang telah direncanakan dan mengukur kelayakan tindakan yang diberikan tersebut. Menurut Kemmis (1988), penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial mereka (Sanjaya, hal. 24). Dalam hal ini, penelitian tindakan memiliki kawasan yang lebih luas daripada PTK. Penelitian tindakan diterapkan di berbagai bidang ilmu di luar pendidikan, misalnya dalam kegiatan praktik bidang kedokteran, manajemen, dan industri (Basrowi & Suwandi, hal. 25). Bila penelitian tindakan yang berkaitan pada bidang pendidikan dilaksanakan dalam kawasan sebuah kelas, maka penelitian tindakan tindakan ini disebut PTK.


TUJUAN PTK

Tujuan PTK adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah (Muslich, hal. 10). Menurut Suyanto (1997), tujuan PTK adalah meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan (Basrowi & Suwandi, hal. 54).

 

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. PTK adalah penelitian tindakan untuk memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya, sehingga berfokus pada kelas atau pada proses belajar-mengajar yang terjadi di kelas. 
PTK adalah tindakan yang nyata yang diyakini lebih baik dari yang biasa dilakukan. Tujuan PTK memecahkan permasalahan nyata dalam kelas, untuk memperbaiki mutu pembelajaran sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. 

 

MENGAPA HARUS PTK

Upaya guru untuk memperbaiki proses pembelajaran Guru tidak perlu keluar kelas Masalahnya dari guru sendiriGuru dan siswa merasakan langsung dampaknya  Guru dapat berdiskusi dengan sesama guru (menumbuhkan budaya akademik). 

 

PRINSIP PTK

Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yg menggunakan siklus berkelanjutan, jadi minimal 2 siklus. PTK adalah suatu penelitian yg berusaha untuk memperbaiki proses pembelajaran. Maka dari siklus ke siklus berikutnya metode/pendekatan/model tetap, makin ke siklus berikut makin sempurna/baik.
Dari siklus ke siklus materi pelajaran harus sesuai dgn kurikulum, tidak boleh malanggar kurikulum.
 

 

SYARAT PTK

·           Tidak mengubah jadwal

·           Dirancang secara cermat 

·           Mengaktifkan subjek tindakan 

·           Disetujui oleh subjek tindakan(menarik minat, mengaktifkan, meningkatkan hasil)

·           Diamati pelaksanaannya 

 

KARAKTERISTIK PTK

1.      Didasarkan pada permasalahan yang kongkrit dihadapi guru

2.      Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya 

3.      Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi 

4.      Bertujuan memperbaiki/meningkatkan kualitas praktik pembelajaran 

5.      Dilaksanakan dalam langkah-langkah dg beberapa siklus.


KOLABORASI

Dalam PTK terjadi kegiatan kolaborasi dalam meningkatkan proses dan hasil pembelajaran.Kolaborasi artinya bekerja bersama untuk menghasilkan sesuatu.

Dalam PTK setiap langkah harus merupakan kesepakatan antara kolaborator. Harus tercipta suasana demokratis antara kolaborator. Kolaborator dalam PTK bisa teman sejawat, kepala madrasah, pengawas dan ekspert (dosen, widyaiswara, instruktur, peneliti dll).  Penelitian Kolaborasi Dilakukan oleh dua peneliti  Sebagai peneliti dan pengamat bergantian di dua tempat Untuk kenaikan gol iv-a ke iv-b, nilai kredit masing-masing 4,0 Kelas tidak harus sama tingkat. Materi yang diajarkan tidak harus sama. Yang penting modelnya sama 


CIRI PENELITIAN TINDAKAN KELAS (SUHARSIMI ARIKUNTO)

1.        Ciri-Merupakan Kegiatan Nyata, Untuk Meningkatkan Mutu PBM

2.        Merupakan Tindakan oleh Guru kepada Siswa 

3.        Tindakan Harus Berbeda Dari kegiatan Biasanya

4.        Terjadi Dalam Siklus Berkesinambungan; Minimum Dua Siklus 

5.        Ada Pedoman Yang Jelas Secara Tertulis, bagi Siswa untuk dapat Mengikuti Tahap Demi Tahap.

6.        Ada Unjuk Kerja Siswa Sesuai Pedoman Tertulis dari Guru 

7.        Ada Penelusuran Terhadap Proses, Dengan Pedoman Pengamatan 

8.        Ada Evaluasi Terhadap Hasil Dengan Instrumen Yang Relevan

9.        Keberhasilan Tindakan Dilakukan Dalam Bentuk Refleksi, Melibatkan Siswa Yang Dikenai Tindakan  

10.    Hasil Refleksi Harus Terlihat Dalam Perencanaan Siklus Berikutnya

 

 

 *) Guru Ekonomi MAN 4 Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.