Siswa – siswi MAN 4 Jakarta dan MA Al Azhar Asy-Syarif mengikuti kegiatan Technopreneurship

Jakarta (Humas MAN 4 Jakarta) – Jumat, 5 October 2018 Siswa – siswi MAN 4 Jakarta berjumlah 319 dan 51 Siswa MA Al Azhar Asy-Syarif mengikuti kegiatan” Technopreneurship” di gedung PSBB MAN 4 Jakarta.

“Technopreneurship” merupakan program unggulan MAN 4 Jakarta untuk siswa kelas X tahun pelajaran 2018/2019.

Pada program ini, MAN 4 Jkt bekerjasama dengan lembaga multimetic dengan nara sumber
Pipin Bachtiar, Beliau mempunyai bisnis Seafood ID di bekasi dan 7 properti.

Seminar ini di buka oleh Bapak Kepala MAN 4 Jakarta Bapak H. Ismail Nur Lc, MA, dilanjutkan dengan materi yg disampaikan oleh Nara Sumber diawali dgn pengungkapan kenyataan persoalan yang dihadapi bangsa ini yaitu kesenjangan sosial, sehingga beliau tertarik untuk terjun ke dunia entrepreneursip.

Pinpin Bachtiar tengah memaparkan materi Technopreneurship

“Mari kita menjadi generasi entrepreneur agar bisa mensejahterakan bangsa kita dan menolong yang miskin. Karena 1 pengusaha pasti mempunyai 2-5 orang karyawan, pengangguran akan teratasi, tidak semua pelaku usaha itu entrepreneur, hanya 1 1/2% yg layak dikatakan entrepreneur, “paparan Nara Sumber seraya menyapa audience dengan ramah.

Beliau mencontohkan orang terkaya di Cina saat ini Jack Ma yang berlatar belakang seorang buruh dan menjadi salah satu orang terkaya, dengan usaha dan kerja keras, yang tidak akan bisa diformulasikan dalam tulisan.
Entrepreneur adalah orang yg paham peluang dan mengelolanya.

Secara filosofi entreupreneur adalah Daya cipta yaitu kreatifitas dan inovasi, Daya manfaat yaitu jelas manfaat nya, solusi, kesenangan dan cara mengurangi penderitaa dan Daya jual.

” Kesuksesan bisnis nomor 2 kesuksesan diri nomor 1″ pesan bijak Nara sumber. Beliaupun mengungkapkan pentingnya menjadi pengusaha adalah merupakan keputusan hidup dan merupakan potensi pertumbuhan tanpa batas.

Antusias Audience sangat luar biasa menjadikan seminar terasa lebih interaktif. “Bagaimana memulai untuk menjadi entrepreneur ?, dan apa saja hambatan yang dihadapi dan bagaimana cara mengatasi nya ?” Pertanyaan yang diajukan oleh siswi MA Al Azhar Asy Syarif ini langsung di jawab dgn cepat, pertama yaitu karena kebutuhan hidup dan faktor keturunan dan Pak Pipin pelaku usaha pertama di dalam keluarganya karena beliau melihat menjadi pengusaha banyak peluang dan manfaat dan itu dijadikan motivasi dan energi dalam dunia entrepreneurship dan kita tidak bisa sukses dalam semua hal. Belajar, Usaha dan Keluarga, kuncinya adalah manajemen waktu untuk 3 hal tersebut.
Dalam menghadapi hambatan harus prioritas dan ikhlas, pasti ada yang berkurang antara study, bisnis dan keluarga.

Seorang siswi bertanya ttg kegagalan terbesar seorang enteurpeuner.
Nara Sumber menjabarkan sikap dalam dunia entrepreneurship adalah sukses bersyukur dan gagal biasa aja, jika tidak kerja tidak akan ada penghasilan. Problem yg dihadapi terbesar yaitu perijinan dan perpajakan, Akan jadi hambatan Jika belum faham.