Kunjungan dan seminar sehari Prof. Hans-Dieter Barke (Germany) ke MAN 4 Jakarta, Miskonsepsi dalam Pengajaran.

Jumat, 26 Oktober 2018 MAN 4 Jakarta dikunjungi oleh seorang Guru besar Kimia Di Westfälische Wilhelms-Universität Institut für Didaktik der Chemie Raum Fl 219 bernama Prof. Hans-Dieter Barke.

Pada kesempatan ini Prof. Hans-Dieter Barke berbagi ilmu dengan siswa di kelas pada jam 13.30 juga dengan guru-guru yang bertempat di Multimedia pada jam 14.00 – 15.30 WIB.

Miskonsepsi adalah kesalahan pemahaman konsep dari suatu materi pelajaran. Contoh miskonsepsi dalam Fisika adalah ketika peserta didik melihat fakta bahwa matahari terbit di Timur dan tenggelam di Barat, kemudian menyangka bahwa matahari berevolusi mengelilingi bumi, padahal konsep yang sebenarnya adalah hal tersebut disebabkan bumi yang berotasi pada porosnya. Contoh miskonsepsi pada kimia misalnya peserta didik menganggap bahwa gas tidak memiliki massa. Contoh miskonsepsi pada biologi misalnya adalah peserta didik hanya menganggap bahwa Pati dan gula dihasilkan tumbuhan hanya dari tanah, padahal konsep yang terjadi tidak hanya dari tanah tapi ada bantuan sinar matahari dan gas dari udara. Sehingga dalam pembelajaran guru harus melaksanakan aktivitas bermakna menggunakan alat peraga.

Contoh dalam fisika, guru harus memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengamati bahkan membuat alat peraga misalnya: sistem tata Surya ,dalam matematika peserta didik harus diberi kesempatan untuk membuat bangunan tiga dimensi juga menggambar ukuran sebenarnya dari suatu bangun tiga dimensi.

Dalam biologi dan kimia kegiatan praktikum di laboratorium lebih efektif untuk pembelajaran, sehingga Prof Barke mengapresiasi ketika Ibu Wiharti Lesnani, guru dan Koordinator Laboratorium Kimia MAN 4 Jakarta menunjukkan alat peraga atom dan elektron.

Prof Barke mengatakan bahwa dengan alat peraga lebih bermakna dari 1000 kata-kata. Sehingga memungkinkan terjadinya students centered learning, tanpa guru banyak berceramah.

Students centered learning tersebut bahkan dapat dilaksanakan di pembelajaran matematika dengan memberikan masalah matematika yang bermakna dan menantang peserta didik untuk melakukan pengamatan, menganalisis, dan mencapai kesimpulan secara mandiri.

Paparan Prof Barke sangat menginspirasi dan memotivasi Guru- guru MAN 4 Jakarta untuk semakin semangat istiqamah menyelenggarakan pembelajaran yang bermakna dengan aktivitas hands on learning sehingga menghindari miskonsepsi dalam pembelajaran.
Novi 26/10